Jumat, 28 Desember 2012

(Share + Pic) Wayang Pandawa

Selamat malam, agan-agan kaskus yang baik hati.

Dengan segala hormat untuk para sepuh di forum, nubie di sini ingin berbagi pengetahuan nubie yang masih cetek dan terbatas. Maafkan bila ada kesalahan dan mohon petunjuk dari para sepuh sekalian.

Di dinding ruang keluarga rumah nubie ada terpajang gambar wayang dari keluarga Pandawa. Gambar ini disimpan dalam pigura dan sudah berada di dinding itu sejak nubie kecil. Berarti mungkin ada sekitar 30 tahunan gambar itu menghiasi ruang keluarga.

Selama ini gambar-gambar tersebut tidak mendapat perhatian khusus dari nubie, hanya saja ada yang menarik perhatian nubie ketika sedang beres-beres rumah tadi siang. Nubie perhatikan pada gambar-gambar itu sudah mulai rusak. Ada bolong-bolong kecil di beberapa bagian gambarnya. Nubie pikir sayang sekali kalau sampai rusak, maka dari itu nubie turunkan dan keluarkan satu persatu dari dalam pigura untuk dirawat.

Nubie berniat untuk memindai gambar-gambar tersebut untuk dokumentasi pribadi. Sebab setelah nubie perhatikan benar, gambarnya sangat bagus dan detail. Setahu nubie, gambar-gambar ini diperoleh ayah nubie ketika masih kecil, dari sebuah buku tentang wayang berbahasa Belanda milik kakeknya ayah nubie. Memang benar terlihat gambar ini berasal dari sebuah buku, karena ada tulisan angka penanda halaman di sudut kiri atas gambar. Sekedar catatan, ayah nubie kelahiran tahun 1946. Berarti buku itu dicetak mungkin sekitar tahun 1930-1940an. Hanya sayang saja buku itu sudah tidak ada lagi, hilang entah ke mana.

Nubie sekalian minta ijin pada para sepuh, dengan pengetahuan nubie yang seadanya, untuk berbagi juga sedikit tentang karakter masing-masing tokoh Pandawa di forum ini. Karena di SF Budaya ini sudah ada para sepuh yang mengulas tentang tokoh-tokoh perwayangan dengan detil, seperti Thread-nya Agan prabuanom:(discuss)Tokoh Wayang, Siapakah Merekadan Thread-nya Agan izroilblackarmy:LAKON... (Kumpulan Cerita Wayang).

Semoga saja tulisan ini bisa ada gunanya, walau sekedar jadi bacaan untuk menghabiskan waktu senggang agan-agan kaskus sekalian.

Mohon petunjuk.

Keluarga Pandawa

Para Pandawa merupakan tokoh penting dalam wiracarita Mahabharata, yaitu pertempuran besar di daratan Kurukshetra antara para Pandawa dengan para Korawa serta sekutu-sekutu mereka. Kisah tersebut menjadi kisah penting dalam wiracarita Mahabharata.

Silsilah Keluarga Pandawa.

(Share + Pic) Wayang Pandawa 1

1. Yudistira



Spoilerfor Joedistira:

(Share + Pic) Wayang Pandawa 2




Yudistira alias Dharmawangsa, adalah salah satu tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia merupakan seorang raja yang memerintah kerajaan Kuru, dengan pusat pemerintahan di Hastinapura. Ia merupakan yang tertua di antara lima Pandawa, atau para putera Pandu.

Dalam tradisi pewayangan, Yudistira diberi gelar “Prabu” dan memiliki julukan Puntadewa, sedangkan kerajaannya disebut dengan nama Kerajaan Amarta.

a. Arti Nama
Nama Yudistira dalam bahasa Sanskerta bermakna “teguh atau kokoh dalam peperangan”. Ia juga dikenal dengan sebutan Dharmaraja, yang bermakna “raja Dharma”, karena ia selalu berusaha menegakkan dharma sepanjang hidupnya.

Beberapa julukan lain yang dimiliki Yudhisthira adalah:
- Ajatasatru, “yang tidak memiliki musuh”.
- Bharata, “keturunan Maharaja Bharata”.
- Dharmawangsa atau Dharmaputra, “keturunan Dewa Dharma”.
- Kurumukhya, “pemuka bangsa Kuru”.
- Kurunandana, “kesayangan Dinasti Kuru”.
- Kurupati, “raja Dinasti Kuru”.
- Pandawa, “putera Pandu”.
- Partha, “putera Prita atau Kunti”.
- Puntadewa, “derajat keluhurannya setara para dewa”.
- Yudistira, “pandai memerangi nafsu pribadi”.
- Gunatalikrama, “pandai bertutur bahasa”.
- Samiaji, “menghormati orang lain bagai diri sendiri”.

b. Sifat dan kesaktian
Sifat-sifat Yudistira tercermin dalam nama-nama julukannya, sebagaimana telah disebutkan di atas. Sifatnya yang paling menonjol adalah adil, sabar, jujur, taat terhadap ajaran agama, penuh percaya diri, dan berani berspekulasi. Kesaktian Yudistira dalam Mahabharata terutama dalam hal memainkan senjata tombak. Sementara itu, versi pewayangan Jawa lebih menekankan pada kesaktian batin, misalnya ia pernah dikisahkan menjinakkan hewan-hewan buas di hutan Wanamarta dengan hanya meraba kepala mereka.

Yudistira dalam pewayangan beberapa pusaka, antara lain Jamus Kalimasada, Tunggulnaga, dan Robyong Mustikawarih. Kalimasada berupa kitab, sedangkan Tunggulnaga berupa payung. Keduanya menjadi pusaka utama kerajaan Amarta. Sementara itu, Robyong Mustikawarih berwujud kalung yang terdapat di dalam kulit Yudistira. Pusaka ini adalah pemberian Gandamana, yaitu patih kerajaan Hastina pada zaman pemerintahan Pandu. Apabila kesabaran Yudistira sampai pada batasnya, ia pun meraba kalung tersebut dan seketika itu pula ia pun berubah menjadi raksasa besar berkulit putih bersih.

2. Bima



Spoilerfor Werkodara of Bima:

(Share + Pic) Wayang Pandawa 3




Bima (Sanskerta: Bhima) atau Bimasena (Sanskerta: Bhimaséna) adalah seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia dianggap sebagai seorang tokoh heroik. Ia adalah putra Dewi Kunti dan dikenal sebagai tokoh Pandawa yang kuat, bersifat selalu kasar dan menakutkan bagi musuh, walaupun sebenarnya hatinya lembut. Ia merupakan keluarga Pandawa di urutan yang kedua, dari lima bersaudara. Saudara se’ayah’-nya ialah wanara yang terkenal dalam epos Ramayana dan sering dipanggil dengan nama Hanoman. Akhir dari riwayat Bima diceritakan bahwa dia mati sempurna (moksa) bersama ke empat saudaranya setelah akhir perang Bharatayuddha. Cerita ini dikisahkan dalam episode atau lakon Prasthanikaparwa. Bima setia pada satu sikap, yaitu tidak suka berbasa basi dan tak pernah bersikap mendua serta tidak pernah menjilat ludahnya sendiri.

a. Arti nama
Kata bhima dalam bahasa Sanskerta artinya kurang lebih adalah “mengerikan”. Sedangkan nama lain Bima yaitu Wrekodara, dalam bahasa Sanskerta dieja v?(ri)kodara, artinya ialah “perut serigala”, dan merujuk ke kegemarannya makan. Nama julukan yang lain adalah Bhimasena yang berarti panglima perang.

Nama lain dari Bima adalah Bratasena, Balawa, Birawa, Dandungwacana, Nagata, Kusumayuda, Kowara, Kusumadilaga, Pandusiwi, Bayusuta, Sena, Wijasena, Jagal Abilowo.

b. Sifat dan kesaktian.
Bima memiliki sifat gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh dan jujur, serta menganggap semua orang sama derajatnya, sehingga dia digambarkan tidak pernah menggunakan bahasa halus (krama inggil) atau pun duduk di depan lawan bicaranya. Bima melakukan kedua hal ini (bicara dengan bahasa krama inggil dan duduk) hanya ketika menjadi seorang resi dalam lakon Bima Suci, dan ketika dia bertemu dengan Dewa Ruci. Ia memiliki keistimewaan dan ahli bermain gada, serta memiliki berbagai macam senjata, antara lain: Kuku Pancanaka, Gada Rujakpala, Alugara, Bargawa (kapak besar) dan Bargawasta. Sedangkan jenis ajian yang dimilikinya antara lain: Aji Bandungbandawasa, Aji Ketuklindu, Aji Bayubraja dan Aji Blabak Pangantol-antol.

Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu: Gelung Pudaksategal, Pupuk Jarot Asem, Sumping Surengpati, Kelatbahu Candrakirana, ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. Sedangkan beberapa anugerah Dewata yang diterimanya antara lain: Kampuh atau Kain Poleng Bintuluaji, Gelang Candrakirana, Kalung Nagasasra, Sumping Surengpati dan Pupuk Pudak Jarot Asem.

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Pandawa
http://tokohwayang.wordpress.com/
http://wayang.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar