Senin, 24 Desember 2012

◄•☼• Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only •☼•► - Part 3



Selamat Datang
di
?•?• Regional Pekalongan dan Batang •?•?
(RPB)



◄•☼• Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only •☼•► - Part 3 1


Rules Kaskus Regional Pekalongan dan Batang
merujuk pengumuman penting dari moderator regional


Quote:


  • Wajibmenggunakan PRIME ID setiap hari


  • Kaskuser Asli Pekalongan atau Batang wajib bergabung di Social Group RPB dan mengisi biodata


  • Untuk tamu luar RPB mengisi Buku Tamu Luar RPB



  • Dilarang Chit Chat gak jelas



  • Dilarang post lebih dari 2 post berurutan, gunakan fasilitas edit, quote, dan multiquote untuk menghindari post berurutan


  • Posting minimal 4 kata tiap post, tidak termasuk emoticon


  • Post yang berbau spam ( promosi website/blog, gambar DP, Pornografi dll ) tidak diperkenankan demi kenyamanan bersama



  • Dilarang menggunakan emoticon anjingbabifuckfuck2fuck3



◄•☼• Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only •☼•► - Part 3 7
◄•☼• Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only •☼•► - Part 3 8
klik logo untuk gabung di Official Facebook Group atau Twitter Regional Pekalongan dan Batang


Indeks Bahasa Jawa Pekalongan


Spoilerfor indeks:



ha'ah (dg nada khas) = iya
jebul no'o = ternyata
ngang priye = terus bagaimana
kotomono = seperti
Striwel = Kaos Kaki
Tambeng = Nakal
sruwal = celana pendek
luru = mencari (golek)
etokmene = pura2
pocok'an = gajian
mborao = sopo ngerti = siapa tahu
nghawag = ngawur
gagiyang = segera
kolop = bocah cilik = anak kecil
sak pel'e = sehabis
gemplasah = galau Big Grin
reti = mengerti
gedang'e = ....
kojahan = ngobrol seru sambil bercanda
melas ooww (diucapkan dg nada khas) = kasihan deh
laut = istirahat
besi (huruf "e" taling) = nampan
pupruk = hajar
pak = mau/hendak
kemliti = kemaki
nyore = makan malam

dari berbagai sumber Embarrassment







◄•☼• Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only •☼•► - Part 3 11
Koskas Regional Pekalongan dan Batang


Thread ini adalah thread lanjutan darihttp://kask.us/12513608yang sudah melebihi batas reply.
\t\t\t\t\t\t\t\t\t
\t\t\t\t\t\t\t\t\tTerima kasih.

Thread ini adalah thread lanjutan darihttp://kask.us/9900387yang sudah melebihi batas reply.
\t\t\t\t\t\t\t\t\t
\t\t\t\t\t\t\t\t\tTerima kasih.

silahkan Putuhi rules..Angkat Beer

apabila ada pelanggaran, thread akan di delete..

bila terdapat ID clone yang masih posting, silahkan laporkan agar dapat di tindak, tindakan berupa banned permanen


Warga RPB





Lanjutan Penghuni RPB Malu (S)


Warga RPB


Spoilerfor sensus:







Tamu


Spoilerfor tamu:





  1. Solomon_Seal << NTB dan RY



  2. yowesslah << Klaten



  3. WKh@an << RY



  4. cinoe << Kedu



  5. uwelek07 << RY



  6. egakoh << Semarang



  7. beyondfansclub << RY



  8. westin << Saung Amba



  9. gemblodack << Jombang



  10. muzahhir << Jombang



  11. eraheru << Saung Amba



  12. horace_pinker << Pati dan Tegal



  13. xkikyx << Tegal



  14. niaks << Banyumas dan Tegal



  15. Sahul << Pati



  16. kied_bokis << Wonogiri



  17. operationflash << Kedu



  18. yuniepunya << Tangerang



  19. SaGaRa. << Tasikmalaya



  20. dinttenk << Bromo



  21. elevenviola << Wonogiri, Solo



  22. ngetam << Semarang



  23. rashalgul << Semarang



  24. iPhoneKaskus << Semarang



  25. andlza << RKB {Karesidenan Bojonegoro}



  26. rynnaivana << Manado



  27. finvgboard << Saung Amba



  28. mbethoe << Wonogiri



  29. mr.saint << Saung Amba



  30. chiloGG << Wonogiri



  31. Quora << eRYe



  32. biting << Purworejo (Reg.Kedu)



  33. akhtiar << Karanganyar



  34. dglowz << Palembang



  35. anto.neeh. << KRB (Bekasi)



  36. omdjinmesem << Yogyakarta



  37. jarimatika << Tegal



  38. yunusvisionone << Wonogiri



  39. nawanreh << eRYe



  40. Muksinovsky << Pemalang



  41. joe626 << Saung Amba



  42. an.dika88 << Reg. Tangerang (lahir di Pekalongan)



  43. jazuel << Jakarta



  44. s.k.a.a.a.k << Yogyakarta



  45. Coriza << Lubuk Linggau



  46. shikamaru nara



  47. sheva_sabian << RY



  48. pamanblogger << Sidoarjo



  49. rackaman << Saung Amba



  50. kaptenkucing << Banyumas



  51. ananyudi << Pemalang



  52. bestiansonnie << Solo



  53. dark_side << Yogyakarta



  54. dameno << Bogor



  55. suhartorizqy << Cilacap



  56. pintusurga << Banyuwangi



  57. kikochan << Pemalang






yang tercantum adalah tamu yang mengisi buku tamu Smilie
yg udah mengisi tapi belum tercantum mgkn TS lupa atau msh sibuk, jadi silakan hubungi TS
Matur nuwun Smilie




Kota Pekalongan

&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 22

Sejarah


Spoilerfor sejarah:



Pada pertengahan abad XIX dikalangan kaum liberal Belanda muncul pemikiran etis-selanjutnya dikenal sebagai Politik Etis – yang menyerukan Program Desentralisasi Kekuasaan Administratip yang memberikan hak otonomi kpd setiap Karesidenan (Gewest) dan Kota Besar (Gumentee) serta pembentukan dewan-dewan daerah di wilayah administratif tersebut. Pemikiran kaum liberal ini ditanggapi oleh Pemerintah Kerajaan Belanda dg dikeluarkannya Staatbland Nomer 329 Tahun 1903 yang menjadi dasar hukum pemberian hak otonomi kepada setiap residensi (gewest); dan untuk Kota Pekalongan, hak otonomi ini diatur dalam Staatblaad Nomer 124 tahun 1906 tanggal 1 April 1906 tentang Decentralisatie Afzondering van Gelmiddelen voor de Hoofplaatss Pekalongan uit de Algemenee Geldmiddelen de dier Plaatse yang berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Sejalan dengan era reformasi yang menuntut adanya reformasi disegala bidang, diterbitkan PP Nomer 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan PP Nomer 32 Tahun 2004 yang mengubah sebutan Kotamadya Dati II Pekalongan menjadi Kota Pekalongan.




Geografi



Spoilerfor geo:

Kota Pekalongan terletak di Pantai Utara Pulau Jawa, dg orbitasi antara 6°50’44’’-6°55’44’’ Lintang Selatan dan 109°37’55’’-109°42’19’’ Bujur Timur. Batas-batas wilayah administratif Kota Pekalongan sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatasan Laut Jawa;
Sebelah Timur berbatasan Kabupaten Batang;
Sebelah Selatan berbatasan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang.
Sebelah Barat adalah Kabupaten Pekalongan.
Jarak terjauh dari Utara ke Selatan ± 9Km dan dari Barat ke Timur ± 7 Km. Luas Wilayah Kota Pekalongan 4.525 ha dengan topografis terletak di dataran rendah pantai Utara Pulau Jawa, dengan ketinggian lahan antara 0 - 6 meter dpl dengan keadaan tanah berwarna agak kelabu jenis tanah aluvial kelabu kuning dan aluvial yohidromorf.
Secara administratif Kota Pekalongan terbagi menjadi 4 kec. dan 47 kelurahan, masing2 sebagai berikut :
Kecamatan Pekalongan Barat, terdiri dari 13 kelurahan;
Kecamatan Pekalongan Timur, terdiri dari 13 kelurahan;
Kecamatan Pekalongan Selatan, terdiri dari 11 kelurahan;
Kecamatan Pekalongan Utara, terdiri dari 10 kelurahan.

Dari luas Kota Pekalongan seluas 4.525 ha, terdiri dari tanah sawah seluas 1.266 ha dan tanah kering seluas 3.259 ha. Tanah sawah sebagian besar yang memiliki irigasi teknis seluas 1.164 ha. Sedangkan lahan kering dipergunakan untuk pemukiman, bangunan dan pekarangan seluas 2.543 ha, tegalan seluas 299 ha, dan rawa-rawa yang tidak ditanami seluas 171 ha, serta lahan pertambakan seluas 163 ha.




Penduduk



Spoilerfor pend:

Jumlah Penduduk Kota Pekalongan pada tahun 2005-2009 mengalami peningkatan, tahun 2005 sebanyak 264.932 jiwa meningkat pd tahun 2009 menjadi 276.158 jiwa yang terdiri dari 134.332 jiwa laki-laki (48,64%) dan 141.826 jiwa perempuan (51,36%), jumlah rumah tangga adalah 82.473 KK. Rata-rata setiap rumah tangga terdiri dari 3 – 4 jiwa, termasuk kategori rumah tangga kecil. Rata-rata kepadatan penduduk sebesar 6.484 jiwa per Km², termasuk tingkat kepadatan tinggi dibandingkan dengan Jawa Tengah (1.002 jiwa).





Wisata



Spoilerfor wisata:




MUSEUM BATIK NASIONAL


Spoilerfor museum:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 23
Kota Pekalongan boleh dikatakan telah menjadi salah satu Kota Referensi bagi produk-produk Batik, baik secara Nasional maupun Internasional. Hal ini diperkuat dengan telah diresmikannya Sebuah Museum Batik Nasional oleh Presiden Republik Indonesia (Bapak Susilo Bambang Yudhoyono) pada tanggal 12 Juli 2006. Pengunjung Museum adalah wisatawan nusantara dan mancanegara, para pelajar dan mahasiswa banyak berkunjung untuk pembelajaran serta penelitian dalam pembuatan karya tulis dan skripsi. Museum Batik Nasional terletak di Jl. Jetayu No. 3 Pekalongan, menempati sebuah gedung Kuno. Untuk dapat memasuki Museum Batik pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 1.000,00 untuk Pelajar dan Rp. 3.500,00 untuk umum.




Pemandian Air Panas Tirta Bumi


Spoilerfor tirta:

Pemandian Air Panas Tirta Bumi terletak di Jl. Jend. Sudirman No. 135 Pekalongan, yang merupakan jalur utama Semarang – Pekalongan, kira-kira 2,5 Km dari stasiun kereta api dan 1 Km dari terminal bus Kota Pekalongan. Obyek Wisata ini menawarkan tempat mandi air panas yang alami, mengandung belerang dan sangat bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama penyakit kulit dan reumathik, Harga tiket --------Rp. 2.500,00. Fasilitas yang tersedia yaitu, kamar mandi air panas, kamar mandi bilas dan tempat ganti pakaian. Pemandian air panas ini merupakan asset Pemerintah Kota Pekalongan yang disewakan per tahun kepada pihak swasta. Namun dalam pengelolaannya masih mendapat pengawasan dari Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan.




Pantai Slamaran Indah


Spoilerfor slamaran:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 24
Pantai Slamaran Indah terletak di sebelah timur Pantai Pasir Kencana, dibatasi oleh muara Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, dapat dicapai lewat muara pelabuhan dengan perahu pesiar dan lewat jalur darat dengan menggunakan angkutan umum sekitar 5 Km dari pusat kota atau terminal bus Kota Pekalongan. Sebagai daerah wisata, Pantai Slamaran memiliki pemandangan yang sangat indah, udara yang segar dan dapat pula disaksikan terbit dan terbenamnya matahari sehingga sangat menarik untuk dikunjungi.




Pantai Pasir Kencana


Spoilerfor pasir kencana:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 25
Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana merupakan Obyek Wisata Utama yang dimiliki Pemerintah Kota Pekalongan. Terletak berbatasan dengan Tempat Pelelangan Ikan atau Pelabuhan Perikanan Nusantara di Pantai Utara Jawa, dengan jarak tempuh 4,5 Km dari kota / stasiun kereta api, luas lahan pantai ini adalah 1,5 Ha. Obyek Wisata yang dikelola oleh Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan, ini dibuka untuk umum dari jam 06.00 wib – 21.00 wib. Fasilitas yang tersedia adalah mainan anak-anak dan taman bermain, panggung terbuka, koleksi satwa, bangku dan taman untuk bersantai, Becak Air, Cafe/ warung makan, Musholla, toilet dan Kamar Mandi Bilas, serta lahan parkir




Wisata Ziarah Makam Sayid Ahmad Bin Abdullah Bin Tholib Al Atas


Spoilerfor ziarah:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 26
Pekalongan merupakan salah satu kota penting dalam penyebaran agama Islam di Pesisir Pulau Jawa. Tidak heran tokoh Islam yang berpengaruh dan dimakamkan di Kota Pekalongan. Salah satunya adalah Sayid Ahmad Bin Abdullah Bin Tholib Al Atas beliau adalah seorang Ulama Besar yang semasa hidupnya Sangat berjasa dalam merintis pendirian Pondok Pesantren di Pulau Jawa.
Makam beliau terletak di Jalan Irian Kelurahan Sapuro, Kecamatan Pekalongan Barat, sekitar 1000 Meter dari terminal bus Kota Pekalongan. Di Komplek Pemakaman juga terdapat Masjid Tua bernama ’MASJID AULIA” yang dibangun pada tahun 1.113 / 1714 Masehi. Para pengunjung adalah mereka yang ingin melakukan ritual ziarah makam, biasanya datang pada hari Kamis dan Jum’at.
Jumlah pengunjung mencapai puncaknya setiap tanggal 14 Sya’ban / Ruwah dimana diadakan acara Sya’banan atau lebih dikenal dengan istilah “KHOL” , ziarah makam dibuja untuk umum setiap hari, pengunjung datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari Malaysia dan Brunei Darussalam.
Jumlah pengunjung makam sulit untuk diketahui secara pasti, pada setiap Khol jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang. Fasilitas yang tersedia bagi pengunjung di komplek makam ini adalah lahan parkir cukup luas, Masjid, Penginapan, Rumah Makan, Pedagang Souvenir dan lain-lain.






Peta Wilayah



Spoilerfor peta:

&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 27




Kabupaten Pekalongan

&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 28

Sejarah



Spoilerfor sejarah:

Pembangunan Kabupaten Pekalongan sudah dilakukan sejak zaman Pemerintahan Adipati Notodirdjo (1879 -1920 M) di komplek Alun-alun utara no 1 Kota Pekalongan, bangunan tersebut merupakan rumah bagi para Bupati Pekalongan sekaligus sebagai tempat aktivitas perangkat pemerintahan dengan berbagai elemen masyarakat untuk bersilaturakhmi, bermusyawarah dan mencurahkan pemikiran atau unek-unek berbagai kehendak dihadapan bupati. Proses pemindahan Ibukota Kab. Pekalongan diawali dengan peresmian sekaligus penggunaan Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan di Kajen oleh Bupati Drs. H Amat Antono pada tanggal 25 Agustus 2001, kepindahan itu merupakan salah satu tonggak sejarah sebagai momen diawalinya Kajen sebagai Ibukota Kabupaten Pekalongan. Secara bertahap pembangunan untuk melengkapi prasarana menjadi simpul-simpul penggerakan dan pengembangan sebagai sebuah ibukota kabupaten juga telah dibangun rumah dinas Bupati dan Pendopo yang selesai bertepatan dengan hari Jum'at Pon 19 Dzulhijjah 1423 H atau tanggal 21 Pebruari 2003 yang diresmikan secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri Bapak Hari Sabarno atas nama Presiden Republik Indonesia Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri pada tanggal 5 April 2003.




Geografi



Spoilerfor geo:

Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu dari 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, yang berada di daerah Pantura bagian barat sepanjang pantai utara Laut Jawa memanjang ke selatan dengan Kota Kajen sebagai Ibu Kota pusat pemerintahan.
Secara geografis terletak diantara: 60 - 70 23Â’ Lintang Selatan dan antara 1090 - 1090 78Â’ Bujur Timur yang berbatasan dengan:

Timur : Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang
Utara : Laut Jawa, Kota Pekalongan
Selatan : Kabupaten Banjarnegara
Barat : Kabupaten Pemalang

Secara Topografis, Kabupaten Pekalongan merupakan perpaduan antara wilayah datar diwilayah bagian utara dan sebagian merupakan wilayah dataran tinggi/pegunungan diwilayah bagian selatan yaitu diantaranya Kecamatan Petungkriyono dengan ketinggian 1.294 meter diatas permukaan laut dan merupakan wilayah perbatasan dg Kab. Banjarnegara, Kecamatan Lebakbarang, Paninggaran, Kandangserang, Talun, Doro, dan sebagaian diwilayah Kecamatan Karanganyar serta Kajen.




Penduduk



Spoilerfor pend:

Jumlah Penduduk Kabupaten Pekalongan akhir tahun 2009 sebanyak 977.711 jiwa, yang terdiri dari 497.533 jiwa penduduk laki-laki dan 480.178 jiwa penduduk perempuan, sementara jumlah penduduk tahun 2008 tercatat 965.745 jiwa yang terdiri dari 490.780 jiwa penduduk laki-laki dan sebanyak 474.965 jiwa penduduk perempuan. Sedangkan data penduduk pemilih potensial Kabupaten Pekalongan tercatat jumlah pemilih sebanyak 717.239 jiwa.
Laju pertumbuhan penduduk tahun 2009 sebesar 1,08% turun bila dibanding dengan tahun 2008 sebesar 1,26%, hal ini menunjukkan bahwa pengendalian laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Pekalongan mengalami penurunan yang signifikan. Adapun jumlah Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Pekalongan Tahun 2009 sebanyak 223.178 KK yang berarti jumlah rata-rata setiap keluarga terdiri dari 4,57 jiwa, meningkat dibanding tahun 2008 sebanyak 226.605 KK.
Kepadatan penduduk Kabupaten Pekalongan tahun 2009 sebanyak 1.169 jiwa/km2, mengalami peningkatan sedikit dibanding tahun 2008 sebanyak 1.157 jiwa/km2, sedangkan penduduk yang paling padat terdapat di Kecamatan Wiradesa yaitu sebanyak 5.119 jiwa/km2 dan kepadatan penduduk yang paling rendah adalah di Kecamatan Petungkriyono yaitu sebanyak 174 jiwa/km2.




Wisata



Spoilerfor wisata:




OBJEK WISATA LINGGO ASRI


Spoilerfor LA:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 29
&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 30
Panorama alami dan udara yang sejuk menjadi cirri khas obyek Wisata Linggoasri yang terletak di sebelah selatan Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan pada ketinggian 700 m dpl.
Perpaduan potensi alam, pegunungan dan hutan wisata serta kondisi masyarakat yang masih pedesaan menjadi faktor yang menarik untuk dinikmati. Disamping itu, letak yang cukup menguntungkan di tepi jalan Propinsi antara Kabupaten Pekalongan dan Banjarnegara sangat memudahkan bagi wisatawan untuk berkunjung.




EKOWISATA PETUNGKRIYONO


Spoilerfor petung:



&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 31
Petungkriyono merupakan salah satu kecamatan Kabupaten Pekalongan berlokasi di lereng Gunung Ragajambangan pada ketinggian 900 – 1600 m dpl. Sebuah kawasan yang sejuk dengan keragaman kemolekan dan keindahan alam yang cocok untuk tempat wisata. Dari ibukota Kabupaten Pekalongan berjarak 30 km dan dapat di capai dengan kendaraan umum. Sebagai kawasan ekowisata, Petungkriyono merupakan lokasi yang memberikan banyak pilihan untuk melakukan pemenuhan hasrat berwisata alam secara bertanggung jawab. Di kawasan ini anda dapat memperoleh pengalaman melakukan penjelajahan alam dan kegiatan outbond.




BUMI PERKEMAHAN


Spoilerfor kemah:

Dengan luas 4 hektar, Camping Ground yang berada di Dusun Dranan Desa Yosorejo disediakan bagi para pecinta alam, pelajar maupun para wisatawan yang dilengkapi dengan MCK, Pendopo, Pos Jaga dan tempat bermain.




OBYEK WISATA WATU IRENG


Spoilerfor watu:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 32
Obyek wisata yang berupa batu besar dan berwarna hitam ini lebih dikenal masyarakat sebagai Obyek Wisata Watu Ireng. Watu Ireng yang terletak di Desa Lambur Kecamatan Kandangserang, 17 km ke arah selatan dari Ibukota Kabupaten Pekalongan, diperkirakan bagian dalamnya berongga.




OBYEK WISATA PANTAI DEPOK


Spoilerfor depok:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 33
Sebagai salah satu daerah pesisir, Kabupaten Pekalongan juga memiliki potensi wisata air yang berbeda dengan daerah – daerah sekitarnya yaitu Pantai Depok. Lokasi yang terletak di desa Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan menyimpan banyak potensi yang layak dikunjungi. Sederetan pohon nyiur yang tumbuh disekitar kawasan Pantai Depok menjadi daya pemikat yang utama.




OBYEK WISATA PANTAI WONOKERTO


Spoilerfor wonokerto:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 34
Pantai Wisata Wonokerto terletak kurang lebih 5 km dari jalan raya Wiradesa arah utara tepatnya di Desa Wonokerto Kecamatan Wonokerto, pada bulan Dhulkaidah di tempat ini biasa diadakan acara sedekah laut yang diadakan oleh masyarakat nelayan setempat.




WISATA ALAM LOLONG


Spoilerfor lolong:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 35
Wisata Alam Lolong terletak kurang lebih 6 Km dari kota Kecamatan Karanganyar. Potensi wiasata ini juga didukung dengan adanya buah durian yang sudah cukup terkenal pada setiap musimnya.




WISATA ALAM ROGOSELO


Spoilerfor rogoselo:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 36
Wisata Alam Rogoselo terletak kurang lebih 14 km dari ibu kota Kecamatan Doro tepatnya di Desa Rogoselo. Wisata berupa petilasan/cagar alam Arca Baron Sekeber dan Makam Ki Gede Atas Angin.




OBYEK WISATA CURUG MUNCAR


Spoilerfor muncar:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 37
Dikenal sebagai daerah yang sangat eksotis dengan keindahan air terjun dan pemandangan alamnya. Air terjun Curug Muncar ini banyak sekali dikunjungi oleh para wisatawan dan para pecinta alam.






Peta Wilayah



Spoilerfor peta:

&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 38


Kabupaten Batang

&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 39

Sejarah



Spoilerfor sejarah:

Betapa mudanya nama Batang ini terjadi dan dikenal. Majalah Karya Dharma Praja Mukti pernah memuat sesuatu tulisan kiriman Kusnin Asa, disitu disebutkan bahwa nama Batang dikenal pada jaman kerajaan Majapahit, sebagai suatu kota pelabuhan. Nama Batang berasal dari kata BATA-AN. Bata berarti batu, dan AN berarti satu atau pertama. Menurut Bp. Suhadi BS, BA dalam naskah pengantar lambing daerah Batang menyebutkan, bahwa berdasarkan Sapta Parwa karya Mohamad Yamin dengan berita Tionghoa yang berhasil ia kutip lengkap dengan fragmen petanya, ia menyebutkan bahwa nama Batang telah dikenal sejak orang-orang Tionghoa banyak berguru agama Budha ke Sriwijaya. Batang ini dikenal dengan nama Batan sebagai kota pelabuhan sejaman dengan Pemaleng (Pemalang) dan Tema (Demak)





Geografi



Spoilerfor geo:

Kabupaten Batang terletak pada 6o 51' 46" sampai 7o 11' 47" Lintang Selatan dan antara 109o 40' 19" sampai 110o 03' 06" Bujur Timur di pantai utara Jawa Tengah dan berada pada jalur utama yang menghubungkan Jakarta-Surabaya. Luas daerah 78.864,16 Ha. Batas-batas wilayahnya sebelah utara Laut Jawa, sebelah timur Kabupaten Kendal, sebelah selatan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, sebelah barat Kota dan Kabupaten Pekalongan. Posisi tersebut menempatkan wilayah Kabupaten Batang, utamanya Ibu Kota Pemerintahannya pada jalur ekonomi pulau Jawa sebelah utara. Arus transportasi dan mobilitas yang tinggi di jalur pantura memberikan kemungkinan Kabupaten Batang berkembang cukup prospektif di sektor jasa transit dan transportasi.




Penduduk



Spoilerfor pend:

Jumlah penduduk Kabupaten Batang berdasarkan hasil registrasi akhir tahun 2006 tercatat sejumlah 694.453 jiwa atau mengalami pertumbuhan sebesar 0,63% bila dibandingkan dengan tahun 2005 yang sebesar 690.134 jiwa. Dari jumlah penduduk yang ada, penduduk perempuan lebih banyak dari pada jumlah penduduk laki-laki. Penduduk perempuan di Kabupaten Batang pada tahun 2006 sebesar 347.990 jiwa, sedangkan penduduk laki-laki sebesar 346.463 jiwa. Rasio penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan adalah sebesar 99,56. Rata-rata tingkat pendidikan penduduk Kabupaten Batang adalah rendah. Dari 628.104 jiwa yang merupakan usia sekolah, hanya 8.635 jiwa yang mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi. Sedangkan yang berpendidikan SMA sejumlah 40.817 jiwa atau sekitar 6,49%.




Wisata



Spoilerfor wisata:




Agrowisata Salak Sodong


Spoilerfor wisata:



Terletak di Desa Sodong Kecamatan Wonotunggal dengan jarak ± 17 km dari ibu kota Kabupaten Batang dengan ketinggian 600 - 800 m dari permukaan laut. Desa Sodong memiliki potensi yang dalam pembangunan yaitu Curug dan Agrowisata Salak Sodong, selain itu juga dikenal sebagai penghasil kapulogo, panili, dan cengkeh. Salak Sodong pada tahun 1999 pernah menjadi juara lomba buah Tingkat Jawa Tengah.




Curug Genting


Spoilerfor wisata:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 40
Curug Genting terletak di wilayah Kecamatan Blado, kurang lebih 38 km ke arah selatan dari Kota Batang. Air terjun indah dengan ketinggian 40 m ini dikelilingi hutan pinus. Dengan udara yang masih segar dan alam pedesaan alami menghijau, Curug Genting sangat cocok sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan.




Curug Gombong


Spoilerfor wisata:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 41
Air terjun dengan ketinggian 13 m membelah batuan berlapis rata alami (batu rai). Terletak di desa Gombong 6 km sebelah selatan Kecamatan Subah. Sejauh ini belum ada investor yang mengembangkan Curug Gombong sebagai obyek wisata potensial.




Rest Area Jatisari


Spoilerfor wisata:



Terletak di Desa Jatisari Kecamatan Subah. Lokasi ini strategis di tepi jalan utama Jakarta-Surabaya. Nyaman untuk istirahat bagi yang melakukan perjalanan jauh.




Pantai Sigandu


Spoilerfor wisata:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 42
Panorama menawan pantai Kota Batang di sore hari, sementara perahu nelayan pulang bersandar membongkar ikan hasil tangkapannya.




Pantai Ujungnegoro


Spoilerfor wisata:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 43
Sebuah kawasan pantai utara Batang yang terletak 14 km arah timur laut dari Kota Batang. Salah satu bagian tepi pantainya berketinggian 14 m dari permukaan air laut, yang jarang terdapat di sepanjang pantai utara Jawa. Pada dataran pantai yang tinggi terdapat Gua Aswotomo dan sebuah pemakaman kecil peninggalan Syeikh Maulana Maghribi. Di sekitar daerah ini tersedia pula tempat menarik untuk bersampan dan memancing.




Situs Syailendra


Spoilerfor wisata:



Keanekaragaman bentuk peninggalan masa lalu di wilayah batang telah menunjukkan adanya dinamika masyarakat dan lentur terhadap proses perubahan yang terjadi oleh pengaruh-pengaruh budaya luar. Dan melihat bentuk-bentuk peninggalan megalitik itu, menunjukkan bahwa mereka telah mengenal teknologi. Selain itu pembudidayaan hewan dan tanaman telah dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sistem upacara.




PRASASTI SOJOMERTO


Spoilerfor wisata:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 44
Prasasti Sojomerto, ditemukan di desa Sojomerto Kecamatan Reban Kabupaten Batang Jawa Tengah, dibuat kira-kira pada abad ke VII atas perintah Syailendra, seorang raja dari Kerajaan Sriwijaya yang menyerang Pulau Jawa tahun 684 M.
Prasasti tersebut dibuat dari batu andesit dengan panjang 43 cm, tebal 7 cm, dan tinggi 78 cm. Tulisan Jawa Kuna dipahatkan pada permukaan yang rata, terdiri atas 11 baris yang sebagian barisnya rusak terkikis usia.

Bunyi tulisan tersebut antara lain :

Sembah kepada Dhewa Syiwa Bathara Paramecwara dan semua Dhewa-dhewa.
Saya hormat kepada “Hiya Mih” adalah yang mulia Dhapunta Syailendra, Santanu adalah nama ayahnya Badhrawati adalah nama ibunya, Sampura adalah nama istrinda dari yang mulia Syailendra.

Prasasti Sojomerto ini lebih tua dari prasasti Canggal yang dibuat atas perintah Sanjaya pada tahun 732 M. Menurut sejarah Indonesia, Syailendra adalah seorang raja yang keturunannya kimpoi dengan keturunan wangsa Sanjaya yang selanjutnya menurunkan raja-raja Jawa Tengah dan Jawa Timur




SITUS SILURAH


Spoilerfor wisata:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 45
Prasasti Canggal sebagai bukti sejarah Indonesia yang dibuat pada tahun 732 M atas perintah Raja Sanjaya menyebutkan bahwa “di Pulau Jawa yang masyhur ada seorang raja bernama Sanna”.
Sanna yang agung atau “Mahasanna” kemudian berubah menjadi Mahasin dan orang sekarang menyebutnya dengan Masin, adalah sebuah desa di Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang.

Apakah diwilayah ini dahulu kerajaan Mahasin berada ?.

Tersebutlah kerajaan Mahasin dengan rajanya Senna yang memerintah rakyatnya dengan adil dalam waktu yang lama. Pada tahun 684 M Mahasin digempur oleh Sriwijaya.
Senna bersama dengan putra mahkotanya lari kearah selatan mendirikan padepokan di Desa Silurah, ditandai dengan adanya situs misterius dengan patung Ganesya dan peninggalan purbakala bercorak Hindu lainnya, sedangkan Sanjaya sebagai putra mahkota diungsikan ke selatan di kaki gunung Merapi.
Sebagai tempat pelarian, sampai sekarang situs Silurah ini masih berbau mistis yang menyatakan bahwa pegawai pemerintah dilarang mendekati wilayah tersebut. Disamping patung Ganesya yang terletak di lembah pertemuan antara sungai Retno dengan sungai Semilir, masih banyak peninggalan purbakala di Desa Silurah Kecamatan Wonotunggal ini, seperti lingga dan yoni sebagai lambang kesuburan serta umpak berundak bekas reruntuhan candi.




GAJAH INDRA


Spoilerfor wisata:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 46
“Batu Gajah” merupakan peninggalan purbakala, terdapat di Desa Brokoh Kecamatan Wonotunggal.
Batu Gajah atau patung “Gajah Indra” ini terletak di tepian sungai Kupang berukuran 90 x 60 cm dan ketebalan 30 cm. Pada satu sisinya terdapat relief manusia berjongkok dibawah badan gajah yang berdiri, di sisi lainnya terdapat relief anak kecil dan tangan orang dewasa seolah meletakkan anaknya dipunggung gajah. Yang unik dari peninggalan ini adalah kelangkaan patung tersebut, didunia hanya ada dua buah, yang satunya lagi berada di India.Disekitar situs tersebut ditemukan pula arca lainnya yang banyak tercecer diareal persawahan penduduk.




BATU GAMELAN


Spoilerfor wisata:


&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 47
Gundukan batu-batu besar di kaki sebuah bukit dibawahnya terhampar areal persawahan yang subur terletak di Desa Tosa Kecamatan Bandar, dipercayai sebagai peninggalan kuno, megalitikum.
Orang menamakannya dengan “Batu Gamelan” konon kabarnya waktu malam bulan purnama pedhukuhan-pedhukuhan disekitar situs tersebut sesekali mendengar bunyi puluhan batu yang dipukul beramai-ramai (kothekan).
Gundukan batu-batu besar yang menempati areal 600 m2 tersebut tidak berbentuk “gamelan” tetapi bisa mengeluarkan bunyi dengan nada yang berbeda-beda apabila dipukul. Sampai sekarang batu tersebut masih ada dan sering dipukul oleh anak-anak pencari rumput, suaranyapun nyaring terdengar sampai ratusan meter jauhnya






Peta Wilayah



Spoilerfor peta:

&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 48



Batik



Spoilerfor :

Batik berasal dari kata dalam bahasa Jawa, "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Batik memang merupakan teknik pembuatan corak dg menggunakan canting atau cap. Kemudian kain dicelupkan ke dalam bahan perintang warna yakni malam (wax), sehingga bahan pewarna tdk masuk. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah wax-resist dyeing.
batik pekalongan




BATIK PEKALONGAN



Spoilerfor :

batik pekalongan termasuk batik pesisir yang paling kaya akan warna. Sebagaimana ciri khas batik pesisir, ragam hiasnya biasanya bersifat naturalis.

Jika dibanding dg batik pesisir lainnya batik pekalongan ini sangat dipengaruhi pendatang keturunan china dan belanda. Motif batik pekalongan sangat bebas, dan menarik, meskipun motifnya terkadang sama dg batik solo atau yogya, seringkali dimodifikasi dengan variasi warna yg atraktif.

Motif yang paling populer di dan terkenal dari pekalongan adalah motif batik jlamprang.

Keistimewaan batik pekalongan adalah, para pembatiknya selalu mengikuti perkembangan jaman . Misalnya pada waktu penjajahan jepang, maka lahir batik dengan namaÂ’batik jawa hokokaiÂ’,yaitu batik dengan motif dan warna yang mirip kimono jepang. Pada umumnya batik jawa hokokai ini merupakan batik pagi-sore.

Pada tahun enampuluhan juga diciptakan batik dengan nama tritura. Bahkan pada tahun 2005, sesaat setelah presiden sby diangkat muncul batik dengan motif ‘sby’ yaitu motif batik yang mirip dengankain tenun ikat atau songket.

Motif yang cukup populer akhir-akhir ini adalah motif tsunami. Memang orang pekalongan tidak pernah kehabisan ide untuk membuat kreasi motif batik.




SEJARAH BATIK PEKALONGAN



Spoilerfor :

Sejarah Batik Pekalongan – Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.

Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah – daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.

Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.



Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.

Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik.

Sehubungan dengan itu beberapa jenis motif batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut yang kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Motif itu, yaitu batik Jlamprang, diilhami dari Negeri India dan Arab. Lalu batik Encim dan Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Cina. Batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang.

Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.

Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai Kota Batik. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru.

Batik yang merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantara ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan.





batik jlamprang




Spoilerfor :

batik jlamprang adalah batik yang berazaskan seni grafis geo-metris yang diilhami filosofi dari timur tengah, desain ini sangat berbeda dengan motif batik gaya bouketan atau motif flora dan fauna. Ragam hias kotak-kotak persegi empat atau segitiga dan sejenisnya. Keindahan batik ini pada keragam-hiasan yang menggambarkan konsistensi dan keajegan. Makna filosofis terkandung dalam kitab-suci alqurÂ’an, daerah krapyak kidul dan lor di pekalongan adalah daerah yang berbasis batik jlamprang ini.

batik china peranakan (motif pagi-sore)



liem ping wie adalah salah satu sosok yang berpengaruh sebagai pionir munculnya batik china peranakan di pekalongan. Bahkan hebatnya sejka zaman kependudukan belanda label liem ping wie masih bertahan hingga generasi keempat, liem poo hien.

Batik yang diproduksi oleh liem ping wis adalah batik yang biasa disebut hokokai. Batik jenis ini memiliki diri khas adanya dua motif dalam satu kain, yang disebut motif pagi-sore. Biasanya motif yang dipakai pagi hari didominasi warna terang, sedangkan warna gelap digunakan pada sore hari.

Terciptanya motif tersebut tidak lepas dari sejarah penjajahan indonesia. Kala itu rakyat takut untuk keluar rumah sehingga pembelian bahan baku dan peralatan membatik tidak bisa dilakukan. Oleh karena itu, mereka harus mengoptimalkan bahan yang telah ada di rumah. Dalam kondisi terdesak inilah, muncul ide pembuatan dua motif dalam satu kain sehingga dapat menghemat bahan.

Motif yang ditawarkan rumah batik liem ping wie sangat kentara akan budaya china. Terdapat berbagai motif ikan, burung, dan kupu-kupu. Selain itu juga motif pengaruh belanda juga mewarna kain batik china peranakan ini.





batik tiga negeri





Spoilerfor :

Kerumitan membuat sepotong batik tulis ternyata masih belum cukup jika kita tahu sejarah motif Batik Ttiga Negeri. Motif Batik Tiga Negeri merupakan gabungan batik khas Lasem, Pekalongan dan Solo, pada jaman kolonial wilayah memiliki otonomi sendiri dan disebut negeri.

Mungkin kalau hanya perpaduan motifnya yang khas masing-masing daerah masih wajar dan biasa, tetapi yang membuat batik ini memiliki nilai seni tinggi adalah prosesnya.

Konon menurut para pembatik, air disetiap daerah memiliki pengaruh besar terhadap pewarnaan, dan ini masuk akal karena kandungan mineral air tanah berbeda menurut letak geografisnya.

Maka dibuatlah batik ini di masing-masing daerah. Pertama, kain batik ini dibuat di Lasem dengan warna merah yang khas, seperti merah darah, setelah itu kain batik tersebut dibawa ke Pekalongan dan dibatik dengan warna biru, dan terakhir kain diwarna coklat sogan yang khas di kota Solo.

Mengingat sarana transportasi pada zaman itu tidak sebaik sekarang, maka kain Batik Tiga Negeri ini dapat dikatakan sebagai salah satu masterpiece batik. Salut.



wes pindah omahBig Grin

selamat atas rumah barunyaNgakak


Selamatselamat atas rumah baru nyaSelamat

&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 53

semoga tambah megonoNgacir

masih dapet mekiwan ga yaNgakak

Jangan lupa Follow Twitter RPB

&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 56

Klik gambar buat FollowPeace


aku paling ganteng

wah udah rumah baru aja nih
selamat atas rumah barunyaBig Grin


Quote:Original Posted By aghniya.89 â–º
aku MAHO tenan


adalah setujuRecommended Seller
manteb ganRecommended Seller


SelamatTOJ RPBSelamat

Part 1
Quote:&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 63

Part 2
Quote:&amp;#9668;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149; Regional Pekalongan dan Batang (RPB) :: Prime ID Only &amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9788;&amp;Acirc;&amp;#149;&amp;#9658; - Part 3 64

Tidak ada komentar:

Posting Komentar